Minggu, 28 Mei 2017

Jasa Manajemen Konstruksi

Tips Memilih Jasa Manajemen Kontruksi

Berbicara mengenai manajemen kontruksi, ada beberapa hal menarik yang bisa diperhatikan. Misalnya dari cara memilih jasa manajemen kontruksi itu sendiri. Di Indonesia, ada banyak sekali perusahaan jasa yang menyediakan manajemen konstruksi. Terlebih lagi, manajemen konstruksi di Indonesia terdapat bagitu banyak sekali yang menjadikan pilihan mencari jasa untuk manajemen konstruksi pun begitu berat.

Sebelumnya, apa itu manajemen konstruksi? Manajemen konstruksi merupakan seluruh proses dari perencanaan, koordinasi hingga kontrol sebuah proyek konstruksi bangunan. Seluruh proses ini akan berada dalam pengawasan manajemen konstruksi untuk memenuhi standar kebutuhan dan kepentingan semua pihak, mulai dari hasil yang fungsional hingga proyek tersebut pun dianggap layak secara finansial. Selain itu manajemen konstruksi pun penting untuk memastikan proyek selesai pada waktu yang ditentukan dengan biaya yang juga sudah ditentukan. Dan tak ketinggalan kualitas proyek yang tepat pula. Baca juga artikel Pentingmya Management Konstruksi Demi Kelancaran Proyek.

Memilih Jasa Manajemen Kontruksi dengan Pelayanan Terbaik


Setelah mengetahui apa itu manajemen konstruksi, sudah jelas bahwa jasa satu ini sangat penting untuk memulai sebuah proyek konstruksi. Inilah mengapa jasa manajemen konstruksi merupakan elemen penting sebelum memulai sebuah proyek. Karena inilah, mencari penyedia jasa yang terbaik di Indonesia sendiri, bukan hal yang bisa dianggap mudah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Tips pertama, cari jasa manajemen konstruksi yang mampu memenuhi fungsi dasar.


Ketika mulai mencari penyedia jasa, sebaiknya benar-benar perhatikan track record dari perusahaan tersebut sebelumnya. Penyedia jasa harus mampu memenuhi beberapa fungsi dari manajemen konstruksi ini sendiri, mulai dari:

  • Fungsi kontrol; fungsi manajemen konstruksi yang pertama adalah menjaga kondisi lapangan dan mengontrol segala perubahan yang mungkin terjadi.
  • Managerial Functional; fungsi kedua adalah melakukan analisa untuk kemampuan lapangan, serta memastikan akan menggunakan sistem komunikasi dan informasi yang baik.
  • Quality Control; Menjaga keselarasan antara pelaksana proyek dan perencanaan proyek.

Hasil kajian balik dijadikan sebagai tindakan pengambilan keputusan terhadap masalah-masalah yang terjadi di lapangan, serta memantau kemajuan proyek dan prestasi yang telah tercapai dan dilakukan secara berkala dalam hitungan hari, minggu dan bulan.

Sebuah penyedia manajemen konstruksi seharusnya bisa memenuhi semua fungsi diatas dengan baik. Dan tipsnya, untuk mencari manajemen konstruksi pun seharusnya perusahaan dengan semua fungsi tersebut pula.

Trik berikutnya adalah memilih tujuan manajemen konstruksi yang baik.


Beberapa hal lain yang harus dipertimbangkan ketika mencari jasa manajemen konstruksi adalah perusahaan yang benar-benar mengetahui tujuan manajemen konstruksi itu sendiri. Ada beberapa hal yang bisa diperhatikan mengenai tujuan manajemen konstruksi ini sendiri. Beberapa hal dari tujuan konstruksi ini sendiri adalah pengawasan biaya ( Cost Control ), pengawasan mutu ( Quality Control ), dan pengawasan waktu pelaksanaan ( Time Control ). Ketiga tujuan dari manajemen konstruksi ini seharusnya bisa menjadikan sebuah perusahaan penyedia jasa dipercaya dan memiliki kredibilitas yang bisa dipertanggung jawabkan.

Tips ketiga, mampu mengikuti seluruh rangkaian proses proyek konstruksi.



Untuk tips ketiga, sebuah manajemen konstruksi seharusnya mampu untuk menjalankan dan mengikuti seluruh proses dari pelaksanaan proyek itu sendiri. Untuk jasa manajemen konstruksi, biasanya akan dibuat sebuah tim khusus untuk menjalankan seluruh bagian dari proyek itu sendiri. Mulai dari proses perencanaan, pelelangan, hingga ketika sebuah proyek dinyatakan layak (feasible), tahapan desain dari proyek, hingga pelaksanaan dan dokumentasi proyek hingga selesai.

www.grapadikonsultan.co.id

Konsultan fs (Feasibility Study)

Tujuan Studi Kelayakan Bisnis (SKB)
             
Menurut Kasmir dan Jakfar (2003),  Paling tidak ada lima tujuan mengapa sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan perlu dilakukan studi kelayakan, yaitu:    
1.      Menghindari resiko kerugian
Untuk mengatasi resiko kerugian dimasa yang akan datang, karena dimasa yang akan datang ada semacam kondisi ketidakpastian. Kondisi ini ada yang dapat diramalkan akan terjadi atau memang dengan sendirinya terjadi tanpa dapat diramalkan. Dalam hal ini fungsi studi kelayakan adalah untuk meminimalkan resiko yang tidak kita inginkan, baik resiko yang dapat kita kendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan.  
2.      Memudahkan perencanaan
Jika kita sudah dapat meramalkan apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang, maka akan mempermudah kita dalam melakukan perencanaan dan hal-hal apa saja yang perlu direncanakan. perencanaan meliputi berapa jumlah dana yang diperlukan, kapan usaha atau proyek akan dijalankan, dimana lokasi proyek akan dibangun, siapa-siapa yang akan melaksanakannya, bagaimana cara menjalankannya, berapa besar keuntungan yang akan diperoleh serta bagaimana mengawasinya jika terjadi penyimpangan. Yang jelas dalam perencanaan sudah terdapat jadwal pelaksanaan usaha, mulai dari usaha dijalankan sampai waktu yang ditentukan.


3.      Memudahkan pelaksanaan pekerjaan
Dengan adanya berbagai rencana yang sudah disusun akan sangat memudahkan pelaksanaan bisnis. Para pelaksana yang mengerjakan bisnis tersebut telah memiliki pedoman yang harus dikerjakan. Kemudian pengerjaan usaha dapat dilakukan secara sistematik, sehingga tepat sasaran dan sesuai dengan rencana yang sudah disusun. Rencana yang sudah disusun dijadikan acuan dalam mengerjakan setiap tahap yang sudah direncanakan.

4.      Memudahkan pengawasan
Dengan telah dilaksanakannya suatu usaha atau proyek sesuai dengan rencana yang sudah disusun, maka akan memudahkan perusahaan untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya usaha. Pengawasan ini perlu dilakukan agar pelaksanaan usaha tidak melenceng dari rencana yang telah disusun. Pelaksana pekerjaan bisa sungguh-sungguh melakukan pekerjaannya karena merasa ada yang mengawasi, sehingga pelaksanaan pekerjaan tidak terhambat oleh hal-hal yang tidak perlu.

5.      Memudahkan pengendalian
Jika dalam pelaksanan pekerjaan telah dilakukan pengawasan, maka apabila terjadi suatu penyimpangan akan mudah terdeteksi, sehingga akan bisa dilakukan pengendalian atas penyimpangan tersebut. Tujuan pengendalian adalah untuk mengembalikan pelaksanaan pekerjaan yang melenceng ke rel yang sesungguhnya, sehingga pada akhirnya tujuan perusahaan akan tercapai.


MANFAAT STUDI KELAYAKAN BISNIS. 

menurut Husein Umar (2003) Pihak-pihak yang membutuhkan laporan studi kelayakan bisnis ini dapat dijelaskan dibawah ini :
1.      Pihak Investor
Jika hasil studi kelayakan yang telah dibuat ternyata layak direalisasikan, pemenuhan kebutuhan akan pendanaan dapat mulai dicari. Misalnya dengan mencari investor atau pemilik modal yang mau turut serta menanamkan modal pada proyek yang akan dikerjakan itu. Sudah tentu calon investor ini akan mempelajari laporan studi kelayakan bisnis yang telah dibuat karena calon investor mempunyai kepentingan langsung tentang keuntungan yang akan diperoleh serta jaminan keselamatan atas modal yang akan ditanamkan.

2.      Pihak Kreditor
Pendanaan proyek dapat juga dipinjamkan dari bank. Pihak bank, sebelum memutuskan untuk memberikan kredit atau tidak, perlu dikaji ulang studi kelayakan bisnis yang telah dibuat, termasuk mempertimbangkan sisi-sisi lain, misalnya bonafiditas dan tersedianya anggunan yang dimiliki perusahaan.

3.      Pihak Manajemen Perusahaan
Studi kelayakan bisnis dapat dibuat oleh pihak eksternal perusahaan maupun pihak internal perusahaan (sendiri). Terlepas dari siapa yang membuat, pembuatan proposal ini merupakan upaya dalam rangka merealisasikan ide proyek yang ujung-ujungnya bermuara pada peningkatan usaha untuk meningkatkan laba perusahaan. Sebagai pihak yang menjadi project leader, sudah tentu pihak manajemen perlu mempelajari studi kelayakan itu, misalnya dalam hal pendanaan, berapa yang dialokasikan dari modal sendiri, rencana pendanaan dari investor dan dari kreditor.

4.      Pihak Pemerintahan dan Masyarakat
Penyusunan studi kelayakan bisnis perlu memperhatikan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah karena bagaimana pun pemerintah dapat secara langsung maupun tidak langsung, mempengaruhi kebijakan perusahaan. Penghematan devisa negara penggalakan ekspor nonmigas dan pemakaian tenaga kerja massal merupakan contoh-contoh kebijakan pemerintahan disektor ekonomi. Proyek-proyek bisnis yang membantu kebijakan pemerintahan inilah diprioritaskan untuk dibantu, misalnya dengan subsudi dan keringanan lain.

5.      Bagi Tujuan Pembangunan Ekonomi
Dalam menyusun kelayakan bisnis perlu juga dianalisis manfaat yang akan didapat dan biaya yang akan ditimbulkan oleh proyek terhadap perekonomian nasional. Aspek-aspek yang perlu dianalisis untuk mengetahui biaya dan manfaat tersebut antara lain ditinjau dari aspek Rencana Pembangunan Nasional, distribusi nilai tambah pada seluruh masyarakat, nilai investor per tenaga kerja, pengaruh sosial, serta analisis kemanfaatan dan beban sosial. Jadi, jelas bahwa studi kelayakan bisnis yang dibuat perlu dikaji demi tujuan-tujuan pembangunan ekonomi nasional.

Sabtu, 27 Mei 2017

Studi Kelayakan

Jenis Jasa Pembuatan Studi Kelayakan

Jasa pembuatan studi kelayakan (Feasibility Study) dapat diartikan juga sebagai jasa peninjauan resiko atas sebuah keputusan. Yang dimaksud dengan keputusan adalah sebuah sebuah usulan atau gagasan untuk menjalankan suatu proyek atau memulai suatu bisnis.
Banyak orang-orang penting yang berperan dalam suatu proyek atau bisnis yang menggunakan jasa pembuatan studi kelayakan. Hal ini dikarenakan dengan menyewa jasa konsultan FS (Feasibility Study) akan memudahkan para pengambil keputusan untuk menentukan apakah sebuah proyek atau bisnis menjadi layak dijalankan, ditunda, atau dibatalkan. Baca juga Tips Memilih Jasa Pembuatan Studi Kelayakan.

Jenis-jenis Jasa Pembuatan Study Kelayakan


Jasa pembuatan studi kelayakan sebenarnya tidak hanya berfokus pada sebuah proyek atau bisnis saja. Jika dipecah, maka akan terdapat banyak sekali bidang yang membutuhkan study kelayakan sebelum dijalankan. Apa saja bidang-bidang tersebut? Berikut adalah ulasannya.

Penelitian


Ya, sebuah penelitian sebenarnya bisa dikatakan sebagai suatu proyek ilmiah. Artinya, penelitian ini tetaplah sebuah langkah yang berujung pada keuntungan yang bersifat ekonomi. Namun, hal ini juga tidak bersifat mutlak. Ada banyak penelitian yang dilakukan hanya untuk menemukan suatu obat yang fungsinya menyelamatkan banyak nyawa.
Namun, penelitian tetaplah harus diperhitungkan, terutama sebuah penelitian akan obat-obatan atau produk terbaru.
Jasa pembuatan studi kelayakan nantinya akan berperan menunjukkan hasil terbaik apa yang akan didapatkan dari sebuah penelitian. Selain itu, sebuah jasa bidang study kelayakan juga akan menentukan apakah keuntungan yang didapat dari penjualan produk tersebut sanggup menutup biaya penelitian itu sendiri. Itulah alasan mengapa penelitian juga membutuhkan sebuah studi kelayakan.

Bisnis


Seperti yang sudah dijelaskan, bisnis merupakan sebuah bidang yang membutuhkan perencanaan matang. Hal ini tentulah terkait erat dengan profit dari bisnis tersebut. Selain itu, sebuah jasa pembuatan study kelayakan yang bergerak di bidang bisnis akan menentukan kapankah waktu yang tepat untuk menjalankan bisnis tersebut sehingga profit yang didapat menjadi maksimal.
Adalah tidak mungkin bagi sebuah bisnis untuk tidak ditinjau dengan metode studi kelayakan. Hanya dengan cara itulah bisnis tersebut akan terlihat sejak awal sebagai suatu bisnis yang menguntungkan atau justru merugikan.

Kebijakan


Kebijakan yang diambil, baik oleh instansi pemerintah maupun swasta, haruslah ditinjau secara mendalam mengenai dampaknya secara luas dan terperinci. Dengan begitu, maka akan didapat sebuah perbandingan antara nilai tambah dan manfaat dari suatu kebijakan dalam perbandingannya dengan dampak negatif ketika kebijakan tersebut dibuat.
Study kelayakan biasanya dilakukan dengan sangat serius apabila sebuah kebijakan dianggap memiliki dampak yang luas dan juga berkepanjangan. Salah satu contohnya adalah kebijakan harga BBM. Naiknya harga BBM akan menimbulkan lonjakan harga bahan pokok yang kemungkinan akan bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama.
Setelah itu, naiknya harga bahan pokok juga akan membuat harga barang-barang sekunder menjadi naik karena keuntungan yang didapat penjual menjadi semakin kecil. Efek yang berantai inilah yang membuat sebuah studi kelayakan menjadi sangat penting untuk sebuah kebijakan yang luas dan berjangka panjang.
Itulah jenis-jenis keputusan yang biasanya membutuhkan sebuah study kelayakan, meski sebenarnya tidak terbatas pada itu saja. Sebenarnya, masih banyak bentuk-bentuk keputusan lainnya yang juga membutuhkan studi kelayakan yang bersifat menyeluruh dan jangka panjang. Nantinya, akan dihasilkan sebuah hasil analisa yang dapat disimpulkan apakah sebuah keputusan layak untuk diambil, ditunda, atau dibatalkan.

Oleh karena melakukan analisa semacam ini cukup sulit bagi orang yang terlibat langsung dalam pengambilan keputusan, maka memanfaatkan pihak ketiga yang telah berpengalaman akhirnya dilakukan oleh banyak orang. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menyewa sebuah jasa pembuatan studi kelayakan.







BSD Junction Ruko Blok A 10
Jl. Pahlawan Seribu, Tangerang Selatan - Banten 15310
Phone : +62 21 5989 2328
Email : konsul@grapadikonsultan.co.id
WhatsApp : +62 812 8581 0889
Pin BBM : 2BB9D826

Pentingnya Manajemen Konstruksi


Pentingnya Manajemen Konstruksi Demi Kelancaran Proyek

Sebuah tim manajemen memang sangat diperlukan oleh pemilik atau pihak yang memiliki suatu proyek pembangunan untuk membantu menyelesaikan proyek tersebut. Tidak hanya itu, pentingnya manajemen konstruksi ini juga bisa membantu proses proyek menjadi lebih lancar. Selain itu, manajemen juga diperlukan bagi pihak atau suatu perusahaan untuk mengembangkan kemajuan proyek perusahaannya. Secara umum, manajemen ini dilakukan oleh seseorang yang biasa disebut sebagai manager.

Tugas dari seorang manager memanglah sangat berat, yaitu memimpin atau mengkoordinasikan seluruh pihak tenaga kerja yang bekerja di perusahaan atau proyek tersebut. Dalam sebuah proyek pembangunan, bisa kita lihat bahwa pentingnya manajemen konstruksi sangat berperan dalam keterlibatannya. Manajemen konstruksi inilah yang akan menghandle dan memimpin suatu kegiatan pembangunan. Di situlah peran berat yang harus dilakukan oleh manager konstruksi, yaitu mempersiapkan, mengatur, dan mempertanggung jawabkan atas berjalannya sebuah proyek pembangunan.

Jika pada sebuah proyek pembangunan sudah terdapat manajemen konstruksi yang terstruktur, maka proyek tersebut memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan kesuksesan dalam masa konstruksinya. Tim manajemen ini akan mempersiapkan seluruh kesiapan yang harus tersedia untuk sebuah proses proyek pembangunan. Dan tim inilah yang akan memberi tugas-tugas dan menjadi seorang pemimpin lapangan untuk mengawasi jalannya proyek pembangunan.

Selain itu, tim manajemen konstruksi ini juga memegang tanggung jawab untuk menindak lanjuti mengenai masalah- masalah yang sekiranya akan timbul di tengah- tengah proses pembangunan. Termasuk masalah dari dalam konstruksi pembangunan ataupun masalah yang datang dari luar proyek pembangunan, seperti protesnya warga sekitar dan lain sebagainya. Dan juga tanggung jawab catatan anggaran yang masuk dan keluar dari proyek pembangunan. Baca juga Prosedur dan Standarisasi Pengawasan Proyek Jalan Tol.

Fungsi dari Pentingnya Manajemen Konstruksi


Manajemen konstruksi memang akan mengambil tugas yang cukup banyak dari sebuah proses proyek pembangunan. Dari sekian banyak tugas tersebut, berikut akan kami berikan beberapa tugas dari tim manajemen yang sangat diperlukan bagi sebuah proyek pembangunan. Diantaranya adalah sebagai berikut.

Menyusun Rencana


Perencanaan adalah sesuatu hal yang harus dilakukan sebelum hal-hal yang lain juga akan dikerjakan, perencanaan ini sangat penting bagi jalannya sebuah proyek pembangunan, dan manajemen konstruksi inilah yang akan memiliki peran lebih besar dalam bidang ini.

Mengontrol Proyek Pembangunan


Tugas inilah yang lebih memperlihatkan pentingnya manajemen konstruksi sebagai pihak yang mengatur keseluruhan jalannya proyek pembangunan. Tim manajemen konstruksi inilah yang akan selalu siap dan terus bersedia untuk mengontrol berbagai pekerjaan yang harus dikerjakan oleh pihak tenaga kerja.

Mengarahkan Tenaga Kerja


Tugas yang satu ini akan difungsikan sebagai pengatur kekuatan dari tenaga kerja yang sudah tersedia. Mengarahkan para tenaga kerja yang melakukan pekerjaanya dengan kurang maksimal menuju ke arah yang lebih maksimal. Karena biasanya terdapat beberapa tenaga kerja yang masih memiliki kualitas kerja dengan kurang sempurna. Lebih banyak pekerja yang melakukan pekerjaannya secara santai dibandingkan dengan pekerja yang benar-benar serius dan terampil dalam menyelesaikan pekerjaannya. Kemudian tim manajemen konstruksi ini akan memberi motivasi kepada pihak tenaga kerja untuk memaksimalkan kualitas bekerjanya.

Penempatan Tenaga Kerja


Penempatan para tenaga kerja yang sudah sesuai dengan kemampuannya masing-masing, itu adalah tujuan dari tugas manajemen yang satu ini. Agar pekerjaan yang mereka lakukan akan terselesaikan dengan lebih sempurna dan berkualitas.

Itulah beberapa tugas penting yang harus diselesaikan oleh tim manajemen konstruksi. Sebaiknya kita berpikir terlebih dulu mengenai pentingnya manajemen konstruksi sebagai pelancar dalam sebuah proyek pembangunan.




BSD Junction Ruko Blok A 10
Jl. Pahlawan Seribu, Tangerang Selatan - Banten 15310
Phone : +62 21 5989 2328
Email : konsul@grapadikonsultan.co.id
WhatsApp : +62 812 8581 0889
Pin BBM : 2BB9D826